Segala puji hanya milik Allah Swt, yang telah memberikan kepada kita nikmat sehat dan nikmat sempat. Tidak sedikit orang yang diberikan kesehatan tapi karena kesibukannya terhadap Dunia, dia tidak dapat melakukan amalan-amalan shaleh. Sebaliknya, ada orang yang diberikan waktu yang luang akan tetapi tidak bisa melakukan kegiatan apapun dikarenakan kondisinya sedang dalam keadaan tidak sehat, maka ia pun tidak dapat melakukan amalan-amalan shaleh. Sedangkan kita, Alhamdulillah atas ijin Allah Swt, kita bisa melakukan amalan-amalan shaleh, itu semua dikarenakan Allah swt masih memberikan kepada kita semua, nikmat sehat dan nikmat sempat. Sepatutnya sebagai hamba yang mempunyai akal sehat, kita harus mengsyukuri nikmat dan menikmati syukur.
Dalam salah satu riwayat diceritakan, dari Abu Hurairah r.a bahwasannya ia mendengar Nabi Saw bersabda," Sesungguhnya ada tiga orang dari Bani Israil yaitu orang yang terkena penyakit kusta, botak, dan buta. Lalu Allah bermaksud untuk menguji mereka bertiga, maka Dia mengutus malaikat kepada mereka bertiga. Kemudian malaikat pun mendatangi orang yang berpenyakit kusta (red. Si Kusta), lalu dia (malaikat) bertanya," Sesuatu apakah yang paling engkau sukai?", dia (si kusta) menjawab," Aku menyukai warna yang indah, kulit yang indah, dan juga panyakit itu hilang dari ku yang menyebabkan orang-orang membenci ku. Setalah itu malaikatpun mengusapnya, maka hilanglah penyakit itu darinya, lalu dia dianugrahi warna yang indah, juga kulit yang indah pula. Malaikat pun bertanya lagi," harta apa yang paling kamu sukai?" dia menjawab," Unta", lalu diberikan kepadanya unta yang bunting, sambil malaikat mendo'akan," Baarakallahu laka fiiha." (semoga Allah memberkahi mu dengan harta itu)